Mau nabung dana darurat? Coba di sini deh...
Hell-ow, Pingu!
Bagaimana kondisi keuangan kamu sekarang?
Di tengah pandemi COVID-19 ini, banyak sekali yang mengeluhkan kondisi keuangannya, loh.
Ada banyak yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), ada juga yang gajinya dipotong, bahkan pedagang yang biasanya meraup banyak keuntungan menjelang hari raya juga kesusahan.
Buat kamu yang keuangannya lagi susah, semoga setelah pandemi ini selesai, kamu dapat rejeki melimpah ruah, ya!
Aamiin...
Tapi kalu dipikir-pikir, sebenarnya kemiskinan mendadak akibat hal tak terduga (seperti pandemi kali ini) bisa dicegah.
Tentunya, dengan tabungan dana darurat. Pernah dengar?
Dana darurat secara sederhana bisa didefinisikan sebagai kumpulan uang yang ditabung dalam sebuah rekening/tempat khusus yang disiapkan untuk pengeluaran tidak terduga di masa depan, misalnya ada keluarga yang sakit, perbaikan kendaraan, tiba-tiba berhenti bekerja, dan sebagainya.
Dengan adanya dana darurat, kita dapat menghadapi situasi-situasi sulit dengan keadaan ekonomi yang cukup stabil. Kalau dalam konteks pandemi ini, setidaknya kita punya simpanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sampai situasi kembali normal.
Banyak juga orang yang bergabung dengan asuransi. Dana darurat berbeda dengan asuransi walaupun fungsinya di masa depan 11-12 (hampir sama).
Asuransi gak dibahas disini yes.. 😅
Siapa saja yang harus menabung dana darurat?
Yang wajib memiliki tabungan dana darurat adalah yang sudah bekerja, baik itu yang sudah menikah ataupun lajang. Tapi buat yang lajang, dana darurat jangan disamakan dengan biaya persiapan menikah loh ya! BEDA...!!! Beda banget... (menikah itu bukan sesuatu yang tidak terduga, melainkan direncanakan)
Biasanya yang sudah bekerja akan menyisihkan sekian persen gaji bulanannya untuk ditabung.
Inilah mengapa kita gak boleh ambil kredit kebanyakan, Pingu! Apalagi buat cicilan kebutuhan tersier yang belum perlu-perlu amat 😬
Lalu, apakah yang belum bekerja tidak perlu tabungan dana darurat?
Terkadang bingung juga sih ya. Kita sekolah masih minta uang jajan dengan orang tua, gak punya usaha sampingan, dan mungkin sebagian ada yang merasa dirinya tidak kreatif sehingga malas berusaha.
Bahkan yang biasa menghasilkan uang dengan ikut event-event tertentu atau yang sudah jadi pekerja paruh waktu juga masih ada yang belum memikirkan untuk menyimpan dana darurat secara khusus.
Saya dulu juga begitu tuh. Uang hasil menang beberapa perlombaan dimasukkan ke dalam rekening yang asal. Bulan ini dipakai untuk beli buku, bulan depan beli lagi, bulan depannya beli lagi...
daaan.... habis.
Padahal kalau beberapanya disisihkan secara khusus, cukup buat keperluan yang lebih penting selama kuliah, apalagi buat jilid skripsi yang makan dana gak sedikit.
Ini menjadi beban tersendiri untuk kita yang selalu berusaha hidup tanpa suntikan dana besar dari orang tua.
Sampai suatu saat saya diperkenalkan dengan salah satu produk investasi dari Pegadaian, yaitu Pegadaian Tabungan Emas, yang menurut saya sangat efektif untuk menyimpan dana darurat, baik untuk yang sudah bekerja ataupun masih sekolah.
Artikel ini akan membahas mengenai Pegadaian Tabungan Emas secara superfisial.
Kalau mau lebih detail seperti permasalahan saldo dan lain-lain, bisa kamu baca di laman resmi Pegadaian, ya!
Oh ya, artikel ini tidak disponsori oleh pihak manapun. Semuanya murni dari pengalaman pribadi.
So, happy reading!
Kenapa tabungan emas?
Ada tiga alasan kenapa Author memilih tabungan emas untuk dana darurat.
Pertama, emas merupakan logam mulia sehingga harganya cenderung stabil. Kedua, apabila dibandingkan dengan menabung uang, akan lebih sayang jika mencairkan emas. Kita akan cenderung untuk menambah-menambah-dan menambah pundi-pundi emas yang kita punya.
(kalau sampai nishab, jangan lupa bayar zakatnya)
Dan juga, buat kamu yang pengen investasi tapi bingung mau dimana, tabungan emas juga salah satu bentuk investasi loh! Dengan pengamatan yang tidak seribet trading saham, asal rutin dicek, kamu juga bisa jual kembali emas yang sudah ditabung dengan harga yang lebih tinggi dibanding saat membeli dulu.
Kenapa produk Pegadaian?
Sekarang sudah banyak e-commerce yang menyediakan layanan investasi emas.
Tapi, saya menyarankan untuk menabung di Pegadaian karena statusnya sebagai BUMN, sehingga rasanya lebih aman.. hehe
Bukan berarti yang menabung di selain Pegadaian tidak aman loh ya. Asalkan sudah diawasi OJK, seharusnya tempat kamu investasi sudah aman.
Jadi kalau yang sudah punya tabungan di tempat lain, lanjutkan aja! 😊
![]() |
| Logo Otoritas Jasa Keuangan-OJK/ojk.go.id. |
Secara sederhana, prinsip tabungan emas adalah kita membeli emas dengan uang, kemudian emas yang kita beli dititipkan kepada pihak Pegadaian untuk disimpan.
Kapan bisa diambil?
Tabungan baru dapat diambil apabila sudah mencapai 1 gram emas. Kita bisa memilih apakah mau mengambil dalam bentuk emas cetak (emas batangan) maupun menjualnya kembali kepada Pegadaian (buyback) dan mendapat hasil berbentuk uang tunai.
Pegadaian Tabungan Emas menarik karena kita sudah dapat membeli emas mulai dari *Rp10.000,- (sepuluh ribu rupiah) saja. Dengan nominal tersebut, kita mendapat kurang lebih 0,01 gram emas.
*Catatan:
Rp10.000,- adalah nominal top-up yang berlaku di Unit Pegadaian Syariah Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Pontianak. Bisa saja berbeda dengan unit lain.
Yang membuat saya senang adalah kita diminta membangun kebiasaan untuk menabung.
Karena sepuluh ribu bukanlah angka yang besar, siapapun bisa membeli emasnya sendiri.
Kita andaikan menabung Rp10.000,- (0,01 gram emas) setiap minggu sejak masuk SMA. Saat lulus, kita sudah memiliki tabungan sekitar 1,4 gram emas.
Karena dilakukan rutin dengan nominal kecil, menabung jadi tidak memberatkan.
Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.
Kalau kamu males banget pergi ke unit Pegadaian buat transaksi, sekarang sudah bisa lewat aplikasi. Tinggal akses dari smartphone masing-masing dan bayar lewat m-banking.
Kurang gampang apa lagi coba?
Tertarik buka tabungan emas di Pegadaian?
Kamu bisa cek persyaratan pembukaan rekening dalam brosur milik Pegadaian di bawah ini, ya!
Dan sekali lagi saya sampaikan kalau artikel ini tidak disponsori oleh pihak manapun.
Tiba-tiba saja jadi pengen nulis tentang tabungan ini setelah tadi setoran tunai dan dengar curhatan dari teller kalau belum banyak orang yang kenal dengan produk ini.
Karena saya merasa ini produk yang bagus, jadi sekalian saja ditulis.
Berhubung sudah panjang kali lebar, kita sudahi dulu artikelnya 😘







Comments
Post a Comment