Skill yang Wajib Dikuasai Sebelum Hidup Sendiri
Hell-ow, Pingu!
Bertahan hidup di perantauan seorang diri bukanlah hal yang mudah. Apabila tidak disiasati dengan benar, bukannya mandiri, kamu malah menjadi mesin penghabis uang orang tua.
Belum lagi apabila kota tujuanmu punya biaya hidup lebih besar daripada kampung halaman. Membeli kebutuhan pokok seperti beras dan sabun mandi saja sudah sangat membuat dompet meringis.
Agar dapat sukses bertahan hidup sendiri di perantauan, hal dasar yang harus benar-benar dikuasai adalah pengelolaan keuangan. Dengan pencatatan dan perhitungan yang baik, kita dapat mengontrol kemana saja uang kita habiskan.
Secara rinci nanti akan dibahas dalam artikel khusus.
Untuk menunjang pengeluaran yang minimal, ada beberapa skill nih yang setidaknya harus bisa kamu kuasai,, tidak memandang apakah kamu perempuan atau laki-laki. Selain bisa berlatih mandiri, kita juga bisa menambah jumlah uang yang dapat ditabung, loh!
Langsung saja.... happy reading!!
Pertama dan paling utama, kamu harus bisa menanak nasi!
Kenapa nasi?
Karena nasi adalah makanan pokok orang Indonesia.💡
Membeli beras dan memasaknya sendiri, lebih hemat uang dibandingkan membeli nasi di luar. Kamu bisa menakar sendiri beras yang dimasak sesuai dengan kebutuhan makan sehari.
Menurut kamu ini skill mudah? Oh no...
Kalau tidak terbiasa, nasi bisa menjadi bubur.
Pada dasarnya, air untuk menanak nasi setidaknya harus setinggi 1 ruas jari telunjuk di atas permukaan beras.
Kalau kamu cuma punya panci dan kompor, selamat berpanas-panasan. Karena kamu harus rajin mengaduk supaya nasi tidak berkerak.
Praktisnya, kamu bisa gunakan rice cooker. Sambil menunggu nasi matang, kamu bisa melakukan hal lain.
Mau lebih praktis lagi?
Kamu bisa beli rice cooker yang dilengkapi dengan penakar tinggi air di pancinya.
Namun sayangnya, setiap merk beras memiliki tekstur yang berbeda. Takaran air beras merk X mungkin berbeda dengan beras merk Y. Semakin sering berlatih, kamu akan terbiasa menentukan takaran air yang tepat.
Practice makes perfect!
Tak punya kompor? Aduh kasihan..
Kamu bisa menggunakan teknik tradisional dengan tungku (plus kayu bakar) dan panci. Sayangnya, bagian bawah panci seringkali gosong sehingga tidak enak dipandang. Apabila digosok dengan kasar menggunakan sabut baja, panci lebih mudah bocor.
Menambal panci sebenarnya mudah. Kamu tinggal beli lembaran tambalan yang dijual di pasar atau supermarket, lalu menempelnya di bagian panci yang berlubang. Kalau tidak ada kompor, apa boleh buat.. semangat
Ada juga keuntungan lain dari menanak nasi sendiri, loh! Saat kamu bosan makan nasi putih, tinggal digoreng saja.. 😎
Untuk memasak nasi goreng dengan banyak variasi rasa, kamu tak perlu bingung. Sekarang sudah banyak bumbu nasi goreng instan dengan harga terjangkau.
Berbekal nasi dan bumbu nasi goreng, kamu juga bisa tetap makan enak saat sedang melarat, seperti yang saya lakukan dulu.
2.
Menjahit sendiri, kenapa tidak?!
Celanamu mungkin robek di bagian selangkangan karena peningkatan volume paha. Rokmu mungkin bolong bagian bawahnya karena terbakar panas knalpot motor. Bajumu mungkin robek di bagian ketiak. Karet celana dalam bisa saja mengendur seiring pertambahan usia.
Keterampilan menjahit, bahkan pada level terendahnya, bisa menyelamatkanmu dari membeli barang baru. Harga karet celana meteran, jarum dan benang jahit tidak akan melampaui harga pakaian baru.
Memperbaiki lebih baik daripada membeli lagi.
Selama masih layak pakai dan dapat diperbaiki, kenapa harus membeli pakaian yang baru? Coba pikir lagi.
3.
Sudah mahir menggunakan palu dan paku?
Tidak peduli apakah kamu laki-laki atau perempuan, belajar bagaimana menggunakan palu dan paku dengan benar adalah keahlian yang wajib dikuasai.
Saat nanti tinggal sendiri, pintu kamarmu bisa saja engselnya rusak. Meja belajarmu bisa saja reyot. Kamu mungkin ingin memasang gantungan di balik pintu.
Kan tinggal minta bantuan Bapak Kost?!
Kalau ada, alhamdulillaah. Bagaimana kalau tak ada yang bisa dimintai tolong?
Pikirkan bagian terburuknya dulu, sehingga kamu bisa menolong dirimu sendiri. Lagipula, keterampilan seperti ini tidak akan membuatmu rugi setelahnya.
Pikirkan kemungkinan terburuk, agar kamu bisa menyelamatkan diri sendiri jika tak ada yang dapat membantu.
4.
Kalau mau belanja, waktunya belajar menawar harga barang
Kalau mau belanja, waktunya belajar menawar harga barang
Membeli pakaian tidak harus di mall. Apalagi kalau belum punya penghasilan sendiri. Semurah apapun barang yang kamu beli di mall, ada toko lain yang menjual dengan harga lebih murah.
Saat kita memutuskan untuk membeli pakaian di pasar, pastikan teknik menawar harga sudah dikuasai.
Kenapa?
Seringkali pedagang menjual dengan harga jauh di atas harga standar produk.
Untuk menawar dengan harga tepat, kamu bisa mulai menawar setengah harga dan menaikkannya sedikit demi sedikit.
Misal baju yang ingin dibeli dijual Rp250.000,00. Kamu bisa mulai menawar setengahnya, yaitu Rp125.000,00
Biasanya pedagang akan tertawa mendengar tawaranmu ini dan berkata, "Wah gak bisa Kak/Bang/Pak/Bu."
Baru kemudian kamu naikkan harga tawaranmu menjadi Rp150.000; Rp180.000; dst, sampai kesepakatan dicapai.
Jangan lupa pastikan terlebih dahulu bahwa tempatmu membeli menerima tawaran harga, ya!
Menurut kamu, ada skill bertahan hidup yang belum dibahas dalam artikel ini? Tulis di kolom komentar, ya! 😚
——
Author sangat terbuka untuk menerima saran dari kamu demi kemajuan dan kebermanfaatan blog ini.
Feel free to share your ideas!
Text me via these platforms below:
Feel free to share your ideas!
Text me via these platforms below:
Terima kasih...!








Comments
Post a Comment